makalah komunikasi pembelajaran dalam proses pembelajaran kesehatan pada klien matkul promosi kesehatan
MAKALAH
PROSES PEMBELAJARAN KESEHATAN
PADA KLIEN
Disusun
oleh :
Ulfa
Mursidah (191000214201005)
Program
Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas
Kesehatan Dan Mipa
Universitas
Muhammadiyah Sumatera Barat
2019/2020
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT.yang maha pengasih lagi maha penyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah
melimpahakan rahmat, hidayah
dan inayah-Nya
kepada Saya, sehingga Saya
dapat menyelesaikan makalah Pendidikan dan Promosi Kesehatan
Makalah
ini telah Saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
Saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar Saya dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhir
kata Saya berharap semoga makalah
Pendidikan
dan Promosi Kesehatan ini dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca. Terimakasih
Bukittinggi,
25 Maret 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAAN
1.
Pengertian
komunikasi pembelajaran
2.
Konsep
komunikasi dalam proses pembelajaran dengan klien
3.
Konsep
klien sebagai peserta didik
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pendidikan kesehatan adalah suatu usaha atau kegiatan untuk membantu
individu, keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuannya untuk
mencapai kesehatan secara optimal . Semua petugas kesehatan mengakui bahwa
pendidikan kesehatan penting untuk menunjang program kesehatan lainnya. Pada saat
ini banyak sekali bentuk pelayanan kesehatan dalam menanggulangi masalah
kesehatan yang di alami oleh masayarakat. Pada dasarnya pelayanan kesehatan ini
bertujuan untuk melaksanakan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang
di alami oleh masyarakat.Namun, bukan berarti semua orang bisa memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Pada
hakikatnya semua pelayanan kesehatan itu harus didasari oleh ilmu yang di dapat
dari pendidikan di bidang kesehatan. Selayaknya tujuan pendidikan kesehatan
yaitu pendidikan kesehatan yang paling pokok adalah tercapainya perubahan
perilaku individu, keluarga, dan masyarakat dalam memelihara perilaku sehat
serta berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Banyak faktor
yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan pendidikan kesehatan, antara lain
tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, adat istiadat, kepercayaan
masyarakat, dan ketersediaan waktu dari masyarakat.
Strategi membangun komunikasi dalam proses belajar mengajar merupakan salah
satu hal yang sangat penting untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang
efektif. Karena, tanpa adanya komunikasi
tidak mungkin peroses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar, karena
komunikasi adalah Kunci utama untuk berinteraksi antara guru dengan peserta
didik. Komunikasi bukan berarti hanya berintraksi dengan menggunakan bahasa
lisan semata, akan tetapi komunikasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan
bahasa tulis dan bahasa isyarat atau gerak tubuh.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian komunikasi pembelajaran ?
2.
Bagaimana
konsep komunikasi dalam proses pembelajaran dengan klien ?
3.
Bagaimana
konsep klien sebagai peserta didik ?
1.3 Tujuan
1. Memahami komunikasi dalam proses pembelajaran dengan
klien.
2. Memahami klien sebagai peserta didik dan kebutuhan
pendidikan kesehatan klien.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi
Pembelajaran
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata communicare yang artinya adalah berpartisipasi
atau memberitahukan atau communis yang artinya milik bersama atau berlaku
dimana-mana. Komunikasi mempunyai pengertian sebagai berikut:
a. Pertukaran pikiran untuk menciptakan rasa saling mengerti dan percaya
demi mewujudkan hubungan baik antara seseorang dengan yang lain.
b. Pertukaran fakta, gagasan, opini,
atau emosi antar dua orang atau lebih.
c. Hubungan yang dapat dilakukan melalui surat, kata-kata, symbol, atau
pesan agar dapat saling tukar-menukar arti dan pengertian terhadap sesuatu.
Komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan dari seseorang
yang dibagi kepada orang lain.
Berkomunikasi berarti membantu menyampaikan pesan untuk kemudian diketahui dan
dipahami bersama. Pesan dalam komunikasi digunakan untuk pengambilan keputusan.
B. Pengertian komunikasi pembelajaran
Komunikasi pembelajaran adalah proses penyampaian gagasan dari seseorang
kepada orang lain supaya mencapai keberhasilan dalam mengirim pesan kepada yang
dituju secara efektif dan efisien.
C. Adapun syarat- syarat komunikasi yang efektif:
a. Saling menghormati
Syarat pertama dalam berkomunikasi adalah sikap menghargai setiap individu
yang menjadi sasaran pesan yang anda sampaikan. Sebab prinsip setiap manusia
adalah ingin dihargai dan dianggap penting.
b. Empati
Empati adalah perhatian dan kasih yang diwujudkan melalui tindakan. Empati
juga merupakan kemampuan seseorang untuk menempatkan diri pada situasi atau
kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu syarat utama dalam memiliki
sikap empati adalah kemampuan untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dahulu
sebelum didengar atau dimengerti oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan
orang untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang akan memudahkan
penerima pesan menerimanya.
c. Dapat didengarkan (Audible)
Audible artinya dapt didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati
orang harus mendengarkan terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik
dengan baik, maka audible artinya pesan yang disampaikan dapat diterima oleh
penerima pesan.
d. Kejelasan (Clarity)
Selain pesan harus dapat dimengerti denngan baik, hal penting lainnya
adalahnkejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menibulkan penafsiran
yang berlainan.
e. Rendah Hati (Humble)
Sikap rendah hati adalah unsur yang terkait dengan syarat saling
menghargai. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, menghargai mau
mendengar dan mau menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain,
berani mengakui kesalahan.
D. Hal- hal yang perlu diperhatikan
a. Kontak mata
Untuk menjadi orang yang mampu berkomunikasi efektif anda harus mampu
menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini
merupakan salah satu cara yang membantu menciptakan kesan baik pada lawan
bicara.
b. Ekspresi wajah
Wajah merupakan cermin kepribadian individu. Ekspresi wajah pikiran yang
sedangmelintas pada diri seseorang.
c. Postur tubuh
Setiap gerak gerik tubuh saat berbicara harus dikoordinasikan dengan
kekuataan yang mayakinkan orang.
E. Tujuan dan manfaat komunikasi kesehatan
Ø Tujuan
Tujuan utama dari komunikasi kesehatan ini adalah untuk perubahan prilaku
kesehatan pada sasaran kea rah yang lebih kondusif sehingga dimungkinkan
terjadinya peningkatan status kesehatan sebaga dampak (impact) dari program
komunikasi kesehatan. Namun tujuan dapat terbagi dua, diantranya:
a. Tujuan strategis
1) Relay information yaitu meneruskan informasi kesehatan dari suatu sumber
kepada pihak lain secara berangkai.
2) Enable informed decision making yauitu memberikan informasi akurat untuk
memeungkinkan pengambilan keputusan.
3) Promote healthy behaviors yaitu informasi untuk memperkenalkan hidup
sehat
4) Promote peer information exchange and emotional support yaitu mendukung
pertukaran informasi pertama dan mendukung secara emosional pertukaran
informasi kesehatan.
5) Promote self-care yaitu memperkenalkan pemeliharaan kesehatan diri
sendiri
6) Manage demand for health services yaitu memelihara permintaan layanan
kesehatan.
b. Tujuan praktis
Menurut taibi kahler (kahler communications), wasington, d.c. course
procces communication, 2003, sebenarnya secara praktis tujuan khusus komunikasi
kesehatan itu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beberapa usaha
pendidikan dan pelatihan agar dapat:
1) Meningkatkan pengetahuan.
2) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi yang efektif.
3) Membentuk sikap dan prilaku berkomunikasi.
Ø Manfaat
a. Meningkatkan kesedaran tentang resiko dan solusi terhadap masalah
kesehatan yang dihadapi masyarakat
b. Memberikan motvasi agar masyarakat dapat mengembangkan keterampilan
untuk mengurangi resiko tersebut
c. Mencegah enyakit dalam satu
wilayah tertentu
2.2 Konsep Komunikasi Dalam
Proses Pembelajaran Dengan Klien
a. Komponen dalam proses komunikasi :
1. Individu/ manusia yang terlibat dalam proses komunikasi
biasanya sebagai pengirim pesan atau penerima pesan. Komunikasi berlangsung
melalui pengirim dan peneima pesan.Pesan memiliki konten yang disampaikan
selama berkomunikasi. Konten dapat berupa informasi factual, atau idea, hasil
pemikiran ataupun ekspresi perasaan participant. ( Steinberg, 2006)
2. Encoding merupakan proses transformasi pikiran dan
ide-ide atau pesan kedalam tanda-tanda verbal dan nonverbal.
3. decoding ialah proses mengubah tanda verbal dan nonverbal
kembali ke dalam bentuk pesan. Pesan memiliki dua jenis informasi, content
information dan relation information. Informasi konten mengacu pada informasi
factual tentangt topic pesan. Informasi relasi mengarah kepada bagaimana
participant memahami hubungan mereka. Interpretation, pesan yang memiliki
arti/maksud harus diinterpretasikan. Interpretasi bergantung pada pemahaman sosial dan
pemahaman individu. ( Steinberg, 2006)
b. Komunikasi Verbal dan Non-Verbal
1.
Komunikasi verbal
Komunikasi verbal mencakup beberapa
aspek yaitu :
a) Vocabulary
(pembendaharaan kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan
dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu kata menjadi penting dalam
berkomunikasi.
b) Racing (kecepatan).
Komunikasi akan lebih efektif bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik,
tidak terlalu cepat atau lambat.
c) Intonasi suara. Akan
mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain
artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Itonasi suara yang
tidak profesional merupakan hambatab dalam berkomunikasi.
d) Humor : dapat
meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan ( 1989 ), memberi catatan bahwa
dengan tertawa dapat membabtu menghilangkan stress.
e) Singkat dan jelas. Komunikasi
akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok
pembahasannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f) Timing (waktu yang
tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena komunikasi akan berarti
bila seseorang bersedia dalam berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu
untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
2.
Komunikasi
non verbal
Adalah penyampaian pesan tanpa
kata-kata dan komunikasi non verbal memberi arti pada komunikasi verbal. Yang
termasuk dalam komunikasi non verbal adalah :
a) Ekspresi wajah: wajah
merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b) Kontak mata : merupakan
sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan adanya kontak mata selam berintraksi
berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan
utuk memperhatikan bukan hanya endengarkan.
c) Sentuhan : bentuk
komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada
komuikasi verbal.
d) Postur tubuh dan gaya berjalan.: Cara
seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi
wajahnya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan
tingkat kesehatannya.
e) Sound ( suara ).
Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan
pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi.
f) Gerak isyarat, adalah yang
mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari
komunikasi seperti mengetuk kaki atau menggerakkan tangan selama berbicara.
c. Memahami simbol pesan komunikasi
verbal dan non verbal
1. Simbol pesan
komunikasi verbal
a. Penggunaan bahasa secara pragmatis
Seorang komunikator kesehatan hendaklah
memerhatikan kebiasaan dan kepraktisan bahasa di kalangan ibu-ibu desa yang
berkunjung ke puskesmas, bapak-bapak nelayan di pantai, para gadis di pasar
umum, orang-orang yang berada dalam perjalanan, dan lain-lain. Kadang-kadang
kelompok-kelompok ini menggunakan “jargon” secara khusus yang hanya dimengerti
oleh kalangan mereka. (liliweri, 2007; 118)
b. Variasi berbahasa
1) Dialokà Dialek
merupakan variasi penggunaan bahasa di
suatu daerah bahasa.
2) Aksenà Aksen menunjukkan
kekhasan tekanan dalam ucapan bahasa lisan.
3) JargonàJargon adalah
sebuah unit kata-kata atau istilah yang dipertukarkan oleh mereka yang sama
profesi atau pengalamannya.
4) Argot àArgot adalah
bahasa khusus yang digunakan oleh suatu kelompok tertentu untuk mendefenisiskan
batas-batas kelompok mereka dengan orang lain.
c. Berbahasa pada saat yang tepat
Menurut liliweri (2007; 120-123) dalam
berkomunikasi, terutama dalam situasi antar budaya, ada beberapa perbedaan yang
perlu diperhatikan. Menurut ohoiwutun (1997;99-107) dalam liliweri (2007;
120-123) anda harus memperhatikan:
1) Kapan orang
berbicara
2) Apa yang
dikatakan
3) Kecepatan dan
jeda berbicara
4) Hal yang perlu
diperhatikan
5) Intonasi
6) Gaya kaku atau
puitis
7) Bahasa tidak
langsung
d. Struktur pesan ditunjukkan dengan :
1) Pola
penyimpulan (tersirat atau tersurat)
2) Pola urutan
argumentasi (mana yang lebih dahulu)
3) Pola
objektivitas (satu sisi atau dua sisi)
e. Gaya pesan (bahasa)
Gaya pesan menunjukkan variasi
linguistic dalam penyampaian pesan dengan perulangan, mudah mengerti, dan
perbendaharaan kata (liliweri, 2007; hal.125)
1) Perulanganà Perulangan
pesan adalah pengungkapan suatu pesan berkali-kali dalam satuan waktu untuk
mengesankan kepada audiens bahwa apa yang disampaikan sangat penting.
2) Mudah dimengertià Suatu pesan
yang baik adalah pesan yang menggunakan pilihan kata yang mudah dimengerti,
atau jangan menimbulkan tafsir ganda.
3) Perbendaharaan
kataà Yang
dimaksudkan dengan perberdaharaan kata adalah kata-kata yang lazim digunakan
oleh audiens sehari-hari.
f. Daya tarik pesan
Yang dimaksudkan dengan daya tarik
pesan (message appeals) mengacu pada motif-motif psikologis yang dikandung
pesan, yakni rasional-emosional, fear appeals (gaya tarik ketakutan), dan
reward appeals (daya tarik ganjaran).
2. Simbol komunikasi
non-verbal
a. Kinesik
Kinesik adalah pesan non verbal yang
diimplementasikan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh. Dalam
pengalihan informasi mengenai kesehatan, para penyuluh tidak hanya menggunakan
kata-kata secara verbal tetapi juga memperkuat pesan-pesan itu dengan bahasa
isyarat untuk mengatakan suatu penyakit berbahaya, obat yang mujarab, cara
mengaduk obat dan lain sebagainya. Jenis kinestik : gestures, ekspresi wajah,
bersalaman, kontak mata.
b. Proksemik
Proksemik, yaitu bahasa non verbal yang
ditunjukkan oleh “ruang” dan “jarak” antara individu dengan orang lain ketika
berkomunikasi atau antara individu dengan objek.
Proksemik ini sendiri terbagi menjadi
tiga, yaitu:
a.
Proksemik jarak à merupakan
bahasa jarak sebagai simbol komunikasi yang paling sensitif. Umumnya, jarak
fisik dengan orang lain menunjukkan pula kedekatan sosial dan psikologis dengan
lawan bicara. Misalnya, jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak
publik. Makin dekat jarak fisik seseorang ketika berkomunikasi, maka lawan
bicara tersebut dianggap makin dekat secara psikologis maupun sosial dengan si
pembicara, begitu pula sebaliknya (liliweri, 2008, p. 111)
b.
Proksemik ruang à dalam kasus
proksemik ruang, berikut beberapa contoh dimana kita dapat menginterpretasikan
makna terhadapnya, yakni: ukuran ruang, hawa atau udara dalam ruang, warna,
pencahayaan, jangkauan ruang
c.
Proksemik waktu à kronemik merupakan penggunaan waktu
untuk berkomunikasi secara non verbal. Sebagaimana biasa para bawahan harus
menunggu kedatangan pemimpin atau dalam pertemuan, bawahan diharuskan tiba
mendahului atasan mereka. Waktu menggambarkan sebuah peristiwa yang dapat
memberikan makna tertentu, maksud dan tujuan tertentu.
c. Haptik
Haptik sering kali disebut zero proxemics, artinya tidak ada lagi
jarak di antara dua orang ketika berkomunikasi. Atas dasar itulah maka ada ahli
komunikasi non verbal yang mengatakan haptik itu sama dengan menepuk-nepuk,
meraba-raba, memegang, mengelus dan mencubit. Haptik mengomunikasikan relasi
anda dengan seseorang. Liliweri (2008) menjelaskan bahwa, haptik ditentukan
oleh tiga faktor yaitu: derajat atraksi dan kesukaan, derajat kekeluargaan/
kekerabatan, kekuasaan dan status.
4. Paralinguistik
Paralinguistik meliputi setiap
penggunaan suara sehingga bermanfaat jika hendak menginterpretasikan simbol
verbal. Sebagai contoh, orang-orang muang thai merupakan orang yang rendah
hati, mirip dengan orang jawa yang tidak mengungkapkan kemarahan dengan suara
yang keras. Mengkritik orang lain biasanya tidak diungkapkan secara langsung
tetapi dengan teguran kecil, berbeda dengan orang batak dan timor yang
mengungkapkan segala sesuatu dengan suara keras (liliweri, 2008, p. 114)
5. Artifak
Artifak disini tidak dimaksudkan dengan
artifak dalam studi arkeologi. Kita memahami artifak dalam komunikasi non
verbal dengan berbagai benda material di sekitar. Sepeda motor, mobil, kulkas,
pakaian, televisi, komputer mungkin sekedar benda. Namun dalam situasi sosial
tertentu, benda-benda itu memberikan pesan kepada orang lain. Status sosial
seseorang dapat diduga dari pakaian atau mobil yang mereka gunakan. Makin mahal
mobil yang mereka pakai, maka makin tinggi status sosial orang itu (liliweri,
2008, p. 114)
6. Logo dan warna
Kreasi para perancang untuk menciptakan
logo dalam penyuluhan merupakan karya komunikasi bisnis, namun model kerja ini
dapat ditiru dalam konunikasi kesehatan. Biasanya logo dirancang untuk
dijadikan simbol dari suatu karya organisasi atau produk dari suatu organisasi,
terutama bagi organisasi swasta. Bentuk logo umumnya berukuran kecil dengan
pilihan bentuk, warna dan huruf yang megandung visi dan misi organisasi
(liliweri, 2008, p. 114-115)
7. Tampilan fisik tubuh
Seringkali kita mempunyai kesan
tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara. Kita sering menilai
seseorang mulai dari warna kulitnya, tipe tubuh (atletis, kurus, ceking,
bungkuk, gemuk, gendut dan lain-lain). Tipe tubuh ini merupakan cap atau warna
yang diberikan kepada orang itu. Salah satu keutamaan pesan atau informasi
kesehatan adalah persuasif, artinya bagaimana kita merancang pesan sedemikian
rupa sehingga mampu memengaruhi orang lain agar mereka dapat mengetahui
informasi, menikmati informasi, memutuskan untuk membeli atau menolak produk
bisnis yang disebarluaskan oleh sumber informasi (liliweri, 2008, p. 116)
2.3 klien sebagai peserta didik
dan kebutuhan pendidikan kesehatan klien
Kebutuahan kesehatan klien merupakan kebutuhan yang berpatokan pada
kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan manusia/klien merupakan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh manusia/klien dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis
maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan
kesehatan. Walaupun setiap orang
mempunyai sifat tambahan, kebutuhan yang unik, setiap orang mempunyai kebutuhan
dasar manusia yang sama. Besarnya kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan
tingkat kesehatan dan posisi pada rentang sehat-sakit.
5 Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang dapat
digunakan perawat untuk memahami hubungan antara perawat dan klien. Hierarki
kebutuhan manusia mengatur kebutuhan dasar dalam lima tingkatan prioritas
yaitu:
a. Kebutuhan Fisiologis (Physiologic
Needs)
Kebutuhan fisiologis memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow.
Seorang yang beberapa kebutuhannya tidak terpenuhi secara umum akan melakukan
berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih dahulu. Manusia
memiliki delapan macam kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan oksigen dan
pertukaran gas, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan nutrisi, kebutuhan
eliminasi urin dan fekal, kebutuhan istirahat dan tidur, kebutuhan tempat
tinggal, kebutuhan temperatur, serta kebutuhan seksual.
b. Kebutuhan Keselamatan dan Rasa Aman (Safety and Security Needs)
Kebutuhan keselamatan dan rasa aman yang dimaksud adalah keselamatan dan
rasa aman dari berbagai aspek, baik fisiologis maupun psikologis yang mengancam
diri.
c. Kebutuhan Rasa Cinta, Memiliki, dan Dimiliki (Love and Belonging Needs)
Kebutuhan ini meliputi memberi dan menerima kasih sayang, perasaan dimiliki
dan hubungan yang berarti dengan orang lain, kehangatan, persahabatan, serta
mendapat tempat atau diakui dalam keluarga, kelompok dan lingkungan sosialnya.
d. Kebutuhan Harga Diri (Self
Esteen Need).
Kebutuhan ini meliputi perasaan tidak bergantung pada orang lain, kompeten,
serta penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Need for Self Actualization).
Kebutuhan ini meliputi kemampuan untuk dapat mengenal diri dengan baik
(mengenal dan memahami potensi diri), belajar memenuhi kebutuhan sendiri –
sendiri, tidak emosional, mempunyai dedikasi yang tinggi, kreatif, serta
mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan sebagainya.
Menurut teori Maslow seseorang yang seluruh kebutuhannya terpenuhi merupakan
orang yang sehat, dan sesorang dengan
satu atau lebih kebutuhan yang tidak terpenuhi merupakan orang yang berisiko
untuk sakit atau mungkin tidak sehat pada satu atau lebih dimensi manusia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Promosi Kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara
dan meningkatkan kesehatannya. Proses pemberdayaan tersebut dilakukan dari,
oleh, untuk dan bersama masyarakat; artinya proses pemberdayaan tersebut dilakukan
melalui kelompok-kelompok potensial di masyarakat, bahkan semua komponen
masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan diselenggarakan melalui proses : pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dimana disetiap proses tersebut menentukan
berjalannya suatu promosi kesehatan.
Pendidikan kesehatan dalam masyarakat adalah kegiatan pendidikan yang
dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga
masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bias
melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Azwar, 1996)
Pendidikan kesehatan dalaam masyarakat gabungan dari sebagian kegiatan dan
kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu
keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan
ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bias dilakukan
secara perseorangan maupun kelompok dan meminta pertolongan bila perlu
(Effendy, 1998).
Semua petugas kesehatan telah mengakui bahwa pendidikan kesehatan itu
penting untuk untuk menunjang program-program kesehatan yang lain. Akan tetapi
pada kenyataan nya pengakuan ini tidak didukung oleh kenyataan. Artinya,dalam
program-program pelayanan kesehatan kurang melibatkan pendidikan kesehatan.
Meskipun program itu melibatkan pendidikan kesehatan,tetapi kurang memberikan
bobot. Argumentasi mereka adalah karena pendidikan kesehatan itu tidak segera
dan jelas memperlihatkan hasil. Dengan kata lain, pendidikan kesehatan itu
segera membawa manfaat bagi masyarakat dan yang mudah dilihat atau diukur.
DAFTAR PUSTAKA
terimakasiiih :) yang sudah mampir, yang mau copy silahkan komen :)
Comments
Post a Comment